
Diketahui, bahwa penjualan anak tersebut terjadi di Suriah. Setelah terjadi kesepakatan, anak-anak tersebut diselundupkan ke Turki, di mana ia diserahkan kepada para makelar mafia Israel untuk dibawa ke Tel Aviv. Menurut beberapa sumber, hal tersebut dibekingi oleh beberapa rabi, yang bertujuan meningkatkan jumlah warga Israel.
Koran “The Times” mengungkapkan adanya pasar yang didirikan ISIS untuk perdagangan manusia di wilayah kota suci Mosul Irak. Di sana dijual anak-anak dan perempuan dengan nilai mata uang, dan merupakan sumber pendapatan dan pendanaan untuk para pejuangnya.
Menurut surat kabar tersebut, pasar terakhir juga diadakan di kota Raqqa dan tidak hanya di Mosul. Di sana dijual di anak-anak dan perempuan dari dua komunitas Yazidi, Kristen dan minoritas lainnya.
Surat kabar Inggris mengungkapkan, bahwa harga satu anak hingga sepuluh ribu dolar, sedangkan perempuan dijual sangat murah kepada anggota ISIS, untuk mendorong mereka berjuang. Kebanyakan ISIS hanya memilih perempuan-perempuan cantik untuk dibeli guna melayani pemimpin mereka.
Laporan Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan, bahwa lebih dari 25 ribu perempuan dan anak-anak dipenjara dan mengalami pelecehan seksual dan dijual sebagai budak perang dan bagi militan ISIS.
Selain perdagangan manusia, ISIS juga bekerja sama dengan unsur-unsur mafia perdagangan organ tubuh manusia. Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mereka menjual tubuh dan anggota terluka yang mereka tangkap.
Ia juga mengatakan, bahwa sejumlah besar pembunuhan di Suriah telah menyebabkan penurunan harga mayat 20 ribu dolar untuk kurang dari 10 ribu.
Berikut videonya: http://www.youtube.com/watch?v=z6MGETKeDr8
ikut berdiskusi pada "ISIS Menjual Anak-anak Suriah dan Irak ke israel"
Posting Komentar
Bagaimana pendapat anda tentang cara bisnis online dengan modal kecil sebagai penghasilan sampingan, kawan?